#YUKSINAU
Assalamualaikum temen-temen semua!
Kali ini, aku akan menjelaskan tentang peninggalan-peninggalan pada masa Hindu Buddha. Mau tau? Yuk simak sama-sama!

PENINGGALAN-PENINGGALAN MASA HINDU BUDDHA
1. Bidang Bahasa dan Aksara
Dengan datangnya pengaruh budaya India maka dipergunakan bahasa Sansekerta dan bahasa Pali. Walau demikian,bahasa Jawa Kuno dan bahasa Melayu Kuno tetap dipakai,bahkan nantinya diperkaya dengan istilah-istilah bahasa Sansekerta. Dalam bidang aksara,penduduk Nusantara mulai melek aksara dengan dikenalnya aksara Pallawa dan Nagari(Siddham). Dalam perkembangan, para empu Nusantara menciptakan aksara baru yang disebut aksara Kawi(Jawa Kuno).2. Bidang Teknologi Bangunan
Sebelum datang pengaruh budaya India,masyarakat Nusantara membangun Punden Berundak sebagai sarana pemujaan roh nenek moyang. Selanjutnya pembuatan bangunan suci(candi,petirtaan,stupa). Mula-mula,candi sebagai tempat pemujaan kepada dewa. Dibangun sesuai aturan dalam kitab Silpasastra,bangunan utama di tengah-tengah percandian. Tetapi ketika pemujaan kepada leluhur tampil kembali dalam kepercayaan,bentuk candi pun menyesuaikan diri,kembali ke bangunan Punden berundak,bangunan utama di belakang dan bangunan candi bbertingkat-tingkat. Hal ini terlihat pada bangunan candi di Jawa Timur. Bangunan candi mengalami persesuaian dengan bangunan Punden Berundak.
3. Bidang Agama
Sebelum mendapat pengaruh agama dari India,penduduk Nusantara memiliki kepercayaan animisme,dinamisme,animatisme,totemisme,dan fetisisme. Dengan masuknya budaya India,penduduk Nusantara berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Buddha,diawali lapisan elite para datu dan keluarganya.
4. Bidang Seni
a) Arca
Bangsa Indonesia belajar membuat arca dewa dari budaya India. Arca Nusantara yg sederhana dikembangkan menjadi seni arca yg secara kualitas lebih baik,tetapi arca yg tampil adalah arca dewa/perwujudan raja yg hidup. Pembuatan arca dinamis ini sampai zaman Majapahit,arca Nusantara sudah tampil beda,kaku seperti mayat. Tahapan ini menandai tampilnya kembali seni arca prasejarah berkaitan dengan pemujaan para leluhur. Terjadilah akulturasi seni arca,arca dari para dewa dengan penampilan kaku seperti mayat menggambarkan leluhur yg sudah di surga.
b) Relief
Dengan datangnya pengaruh seni relief dari India,relief yang terpahat pada candi tampil sebagai relief tinggi yang khas Nusantara,menggambarkan suasana Nusantara(bukan versi India). Sejak zaman Tumapel-Singasari tampil gaya yang berbeda,yaitu lebih menampilkan seni relief Nusantara asli(relief wayang yang dipahat sebagai relief rendah).
c) Musik
Sebelum datang pengaruh India,bangsa Indonesia sudah memiliki tradisi musik yang tinggi. Pada saat itu alat musik yang berkembang antara lain nekara,kendang,kecer,dan kemanak. Masuknya pengaruh India menyebabkan penambahan beberapa alat musik,diantaranya vina(gitar bersenar tiga) dan harpa.
d) Wayang
Budaya India juga berpengaruh pada wayang. Wayang dan musiknya(gamelan) merupakan kebudayaan asli nusantara yang berkaitan dengan pemujaan roh leluhur. Namun,budaya India memperkaya wayang dan menyumbangkan beragam cerita,yaitu dari epos Mahabharata dan Ramayana. Jadi,wayang dan gamelannya merupakan asli Nusantara sementara cerita yang dimainkannya berasal dari India. Dalam wayang terdapat pula aspek politik,yaitu penyampaian kritik-kritik sosial. Wayang dapat digunakan sebagai wadah penyampaian hal-hal baru yang tidak dapat diberikan secara langsung.
5. Bidang Sastra
Sebelum masuk pengaruh India,sastra Nusantara berupa sastra lisan. Dengan masuknya pengaruh sastra dari India,sejak zaman Mataram sampai zaman Majapahit awal dikenal sastra tembang yang disebut kakawin(ka-kawi-an). Memasuki zaman Majapahit pertengahan irama kakawin digeser oleh irama kidung.
Nah, di atas itu adalah peninggalan-peninggalan pada masa Hindu Buddha. Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Wassalamualaikum wr.wb.
Comments
Post a Comment